Diri Care
Wawasan

Klinik Kecantikan Diri Care yang Tidak Hanya Memberi Solusi Tapi Juga Mengedukasi

Vodjo

Sudah zamannya semua hal di-digitalisasi, yah? Mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, distribusi hingga hal mendetail lainnya di masyarakat seperti kecantikan. Apalagi kini kecantikan menjadi hal yang digandrungi banyak orang terutama bagi kaum Hawa.  

Faktanya, menjadi cantik memang sangat memengaruhi nilai seseorang di dunia nyata dan dunia maya. Padahal ada banyak aspek penting yang wajib semua orang tahu untuk dapat menentukan dan menilai kecantikan yang ada dalam diri manusia. Edukasi diperlukan sebagai upaya untuk mengurangi adanya pelecehan yang bersinggungan dengan kecantikan. Karena kerap kali terjadi bullying seperti body shaming yang sering kita saksikan dan dengar. Atau jangan-jangan tanpa kita sadari, kita pernah menjadi salah satu praktisinya(?) 

Adanyan kemudahan di era ini untuk dapat mengakses informasi merupakan hak istimewa setiap orang. Bisa dibilang, sekarang kamu mau belajar tentang apapun, kamu bisa. Semua sudah tersedia dengan akses yang mudah. Jadi, jangan sampai kita masih mengurung diri di dalam sebuah perangkap “merasa sudah mempunya informasi yang cukup” untuk dikatakan pintar. Aspek di masyarakat yang keberadaannya benar-benar di samping kita memiliki nilai-nilai yang wajib kita tahu bersama. 

Source image : Diricare.com

Apa pentingnya mengetahui tentang nilai kecantikan? 

Kamu pernah merasa bahwa kecantikan sering jadi poin plus bagi seseorang untuk bisa memiliki sesuatu? Sayangnya hal itu memang benar adanya. Bahkan tidak sedikit kita temui orang yang memang menang dalam segi visual, namun sayangnya potensi yang dimiliki tidak sebanding dengan visual yang menjadi alasan dia terpilih. Jadi sebenarnya cantik itu penting ga sih? 

Mari kita bahas bersama sampai titik kesimpulannya. 

Ketika Kamu ke pasar untuk membeli buah, pastilah buah yang indah dan bagus akan menjadi pilihanmu, bukan? Atau dalam kasus lain, saat orang-orang berbelanja dan membeli gula pasir, tak seikit dari mereka akan memilih gula pasir yang putih dan bersih. Keindahan dan ke-elokan tidak hanya menjadi penilaian masyarakat untuk memutuskan memilikinya. Baik itu hal yang untuk dikonsumsi atau sekedar dikenakan. 

Secara naluriah manusia memang memiliki standar keindahannya sendiri. Di dalam nilai keindahan itu termasuklah di dalamnya baik, bagus, cantik, harum dan nilai-nilai elok lainnya. Adanya statement ini, menjadikan masyarakat cenderung memandang segala hal dengan dua sisi, baik dan buruk atau cantik dan jelek. 

Berbicara tentang visual, kini bahkan setiap orang berusaha yang terbaik untuk dapat terlihat indah di mata orang lain. Entah itu untuk seseorang yang dituju atau bahkan untuk harga diri. Baik pria dan wanita, masyarakat di era ini lebih peka terhadap style dikarenakan pergeseran budaya yang juga disebabkan oleh cepatnya pertumbuhan teknologi dan informasi. Standar kecantikan yang adapun berbeda di setiap negara. Namun kecantikan yang dapat digeneralisasi itu yang bagaimana, sih

Kesimpulannya, karena visual terkait dengan naluri manusia itu sendiri, maka kecantikan memanglah hal yang penting. Tapi, bukan yang utama. 

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah standar kecantikan itu bisa berubah? Jawabannya bisa. Kuncinya dengan edukas. Bagi saya, edukasi menjadi poros sebab akibat sebuah peradaban manusia dapat memiliki kehidupan yang baik di bumi. 

Hal-hal yang dapat didalami di dalam edukasi kecantikan antara lain:

  1. Cantik Adalah Sehat: Ketika dua hal ini disandingkan, maka akan membuahkan sudut pandang yang baru. Cantik bukan berarti selalu berkulit putih dan langsing. Namun kulit yang sehat dan badan yang memiliki proporsi yang baik. Selain obsesi menjadi cantik, hal ini akan menggiring masyarakat untuk turut juga memiliki badan yang sehat.
  2. Cantik dengan Warnamu: Warna kulit sering dikategorikan dan berujung pada rasisme. Adanya klasifikasi warna kulit dan nilainya di masyarakat ada disebabkan oleh masa penjajahan dahulu. Doktrin masyarakat tumbuh karena penjajah di masa lalu berkulit putih dan bangsa yang dijajah memiliki kulit lebih gelap. Padahal dalam edukasinya perlu disampaikan warna kulit tidak cukup untuk menjadi tolok ukur kecantikan. 
  3. Kecantikan dari Dalam: Pernah mendengar istilah inner beauty? Istilah ini selain berkaitan dengan kecantikan juga memiliki keterkaitan dengan nilai sosial di masyarakat. Orang-orang perlu membuka luas perspektif mereka mengenai orang-orang yang memiliki kecantikan dari dalam. Hal itu dapat dinilai dari sikap, kebiasaan, sifat, dan wawasan yang dimiliki seseorang. 

Seandainya masyarakat memiliki pemahaman dari tiga hal di atas, maka standar kecantikan manusia akan berubah jadi lebih baik. Akan ada masa di mana cantik bukan selalu mereka yang memiliki hicung mancung, mata yang besar atau kulit yang putih. 

Informasi dan edukasi ini dapat Kamu jangkau hanya dari telapak tangan. Kamu tau Diri care? Platform dan brand klinik kecantikan online di Indonesia. Tekad mereka untuk dapat memperbaiki standar kecantikan dan nilai kecantikan yang ada di Indonesia tergambar melalui layanan dan fitur yang mereka sediakan. Mereka memiliki website dan aplikasi mobile yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Di dalamnya kamu dapat melakukan konsultasi kesehatan, menambah wawasan melalu blog yang mereka tulis, bahkan berbelanja produk kecantikan yang Kamu butuhkan. Hal ini merupakan upaya nyata dalam memperbaiki sudut pandang mengenai kecantikan yang masih terdapat kekeliruan. 

Diri Care memanfaatkan teknologi untuk membawa masyarakat ke pada kemudahan. Hingga tercetuslah gagasan untuk mengemas layanan dan informasi yang mereka di-digitalisasi. Diri Care berkolaborasi dengan Vodjo untuk mewujudkan upaya mereka tersebut dengan menyediakan layanan via website dan aplikasi mobile. Seiring berkembangnya zaman, kemudahan yang terus dikembangkan dan telah membantu manusia, dapat diprediksi bahwa di masa depan masyarakat akan lebih berpendidikan dan high-value. Sehingga menjadi cantik bukan hanya kepentikan, tapi itu merupakan plus-one setelah goals untuk jadi orang yang high-value



Vodjo