Kelebihan dan kekurangan Framework Golang
Wawasan

Kelebihan dan kekurangan Framework Golang

Vodjo

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari Framework Golang!

  1. Buffalo

Buffalo adalah Framework Golang untuk mengembangkan aplikasi secara menyeluruh. Karena Buffalo memiliki fungsi lengkap yang mendukung keperluan back end dan front end framework.

Tak hanya itu, Buffalo juga memiliki kecepatan tinggi yang didukung oleh fitur Object Relational Mapping untuk mempercepat pemrosesan database. Kemudian, Buffalo juga memiliki Websocket untuk menerima banyak trafik tanpa mengurangi kecepatan. Jangan khawatir jika Anda sudah mengembangkan Aplikasi di web framework Go yang lain, Buffalo memiliki fitur migrasi data yang bisa membantu hal itu.

  • Kelebihan Framework Buffalo: fungsi lebih mirip ekosistem yang lengkap menyediakan tools pengembangan back end hingga front end. 
  • Kekurangan Framework Buffalo: library kode kurang lengkap. Jadi perlu menambahkan bahasa pemrograman lain. 
  1. Web.go

Web.go adalah web Framework go yang biasa digunakan developer dengan banyak project yang membutuhkan routing cepat. Tak heran, Framework Golang satu ini terkenal memiliki tree routing system

Tree routing system adalah proses routing berdasar hubungan antara satu jenis data dengan yang lainnya. Hal ini lebih efektif daripada list routing yang prosesnya berdasar fungsi atau tujuan. Mengapa?

karena sekali routing dengan satu jenis data, data lain yang berhubungan juga akan diproses. Jadi, proses routing akan lebih cepat dan hemat sumber daya server. 

Akan tetapi, ukuran Web.go yang minimalis menyebabkan framework ini kurang fleksibel dalam hal penambahan fungsi. Jadi, bagi Anda yang memerlukan banyak tambahan fungsi dalam project, Web.go tidak disarankan untuk dipakai.

  • Kelebihan Framework Web.go: desain minimalis dan kinerja cepat didukung tree routing system.
  • Kekurangan Framework Web.go: kurang fleksibel dalam penambahan fungsi.
  1. Gocraft

Gocraft adalah web framework Go yang biasa digunakan untuk mengembangkan back end website dengan performa tinggi. Karena kecepatannya dinilai 40 kali lebih cepat dari Framework Martini.

Jadi tidak heran Framework Golang satu ini juga populer digunakan untuk meningkatkan performa API yang Anda kembangkan. 

Gocraft membebaskan Anda menambahkan fungsi ke library kode standar. Selain itu, Anda juga bebas menambahkan berbagai jenis routing data. Jadi, fleksibilitas tersebut membuat proses routing Anda bisa lebih cepat. 

Meski terlihat rumit, Gocraft terkenal dengan kode yang mudah dimengerti oleh pemula. Fitur Go mux sudah menggabungkan berbagai paket plugin berdasarkan fungsinya. Jadi, penulisan kode pengembangan aplikasi bersifat statis. 

  • Kelebihan Framework Gocraft: sangat cepat, lebih cepat 40 kali daripada Martini. Selain itu, library kodenya statis jadi mudah dimengerti oleh pemula. 
  • Kekurangan Framework Gocraft: membutuhkan waktu untuk konfigurasi tambahan fungsi.
  1. Goji

Goji adalah Framework Golang yang biasa digunakan untuk pengembangan API sederhana dan ringan. Goji sebenarnya hanya satu lapis di atas Bahasa Go. Artinya, framework ini hanya memiliki fungsi generik yang penting saja. Jadi, kinerja Goji termasuk cepat. 

Fitur-fitur yang ada di Goji mendapat dukungan dari Einhorn. Einhorn adalah bahasa yang menyediakan websocket otomatis yang bisa menerima banyak request data tanpa mengurangi kecepatan. Websocket sudah membagi socket pemrosesan data untuk masing-masing pengguna. 

Bagi Anda yang membutuhkan banyak fungsi untuk pengembangan proyek, Goji tidak disarankan,  karena tidak bisa menambahkan fungsi dari plugin. 

  • Kelebihan Framework Goji: ringan dan cepat karena didukung Einhorn yang menyediakan WebSocket.
  • Kekurangan Framework Goji: fungsi terbatas, tidak bisa bebas menambah plugin.
  1. Martini

Framework ini namanya Indonesia banget. Martini merupakan Framework Golang for web development dengan desain yang ramping. Akan tetapi, Framework ini tak secepat Framework Gin. Ia biasa digunakan untuk mengembangkan aplikasi besar.

Framework Martini memiliki opsi upgrade yang fleksibel, Framework ini didesain untuk mengerjakan banyak perintah tanpa menggunakan banyak sumber daya server. Jadi, Framework Martini cocok digunakan untuk mengembangkan project kecil menuju besar dengan cepat. 

Framework Martini dilengkapi dengan kemudahan untuk menambahkan plugin. Jadi, komponen dasar Framework ini bisa dikembangkan untuk kebutuhan project Anda dalam jangka panjang.

  • Kelebihan Framework Martini: kecepatan didukung desain yang ramping dan berbagai metode routing.
  • Kekurangan Framework Martini: versi jarang diperbaharui, Hal ini menyebabkan Framework Martini jadi Golang framework yang mendapat perawatan kurang memadai.
  1. Gorilla

Gorilla adalah framework Golang yang populer digunakan dalam pengembangan aplikasi website sederhana hingga rumit. Misalnya untuk membuat API sederhana yang masih butuh pengembangan. 

Gorilla memang terkenal dengan kemampuan upgrade-nya. Gorilla memudahkan Anda menambahkan kumpulan modul hingga ekstensi fungsi yang baru tanpa merusak fungsi dasar Gorilla. 

Skalabilitas Gorilla didukung dengan kecepatan. Semua itu berkat dukungan WebSocket. Dengan Websocket, komunikasi server ke client bisa berjalan lebih cepat daripada HTTP. Karena ada pengurangan lalu lintas jaringan yang tidak perlu. 

Gorilla tidak disarankan bagi Anda yang tak punya waktu untuk melakukan konfigurasi pemasangan modul, ekstensi, dan lainnya. 

  • Kelebihan Framework Gorilla: kecepatan tinggi didukung WebSocket dan metode routing.
  • Kekurangan Framework Gorilla: fleksibilitas menambah fungsi atau plugin terkadang membutuhkan banyak waktu untuk konfigurasi. 
  1. Revel

Revel adalah Framework Golang yang terkenal memiliki fungsi atau fitur yang sangat lengkap. Mulai dari fungsi untuk project kecil hingga project besar dan rumit.

Beberapa fitur yang jadi unggulan Revel adalah fitur Migration Friendly. Fitur ini memudahkan Anda melakukan migrasi aplikasi dari web framework Go lainnya.

Anda juga tak perlu repot copy-paste kode untuk membuat komponen yang sama. Karena Revel memiliki fitur Reusable MVC Components. Anda cukup membuat satu komponen, sisanya Anda tinggal gunakan komponen itu berulang kali. 

Revel juga punya keunggulan soal kecepatan. Sesi data disimpan di dalam cookie dan cache data disimpan di dalam cluster memcached. Jadi, pemanggilan query database akan lebih cepat.

  • Kelebihan Framework Revel: fitur lengkap dan tidak butuh integrasi plugin atau pihak ketiga
  • Kekurangan Framework Revel: fitur yang lengkap terkadang menumpuk beban saat framework digunakan. Jadi dalam jangka waktu panjang bisa membuat aplikasi jadi berat. 
  1. Echo

Jika Anda ingin mengembangkan aplikasi website yang membutuhkan performa tinggi? Framework Echo ini bisa jadi pilihan terbaik.

Web framework Go satu ini cukup cepat untuk membuat aplikasi berperforma tinggi. Karena, Echo memiliki fitur Optimized router. Fitur itu akan memprioritaskan route atau akses HTTP ke aplikasi tertentu sesuai setting. Akses itu juga berjalan tanpa memori dinamis. 

Echo juga dilengkapi dengan berbagai plugin yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan aplikasi website. Plugin juga bisa diatur dalam tingkat root, grup, dan route. 

Anda bisa melakukan data binding setiap ada route HTTP menuju aplikasi Anda. Data binding memudahkan Anda menggabungkan berbagai jenis data di API. Jadi, Anda tidak perlu melakukan set data secara manual lewat kode program yang berbeda-beda. 

Jadi ketika melakukan rendering dengan Echo, bagian API juga akan memberikan respon HTTP yang beragam. Mulai dari JSON, XML, hingga HTML. 

Echo tetap memiliki keterbatasan. Echo hanya bisa digunakan oleh satu developer yang tidak banyak melakukan update code untuk pengembangan aplikasi.

  • Kelebihan Framework Echo: fitur lengkap untuk optimasi performa aplikasi.
  • Kekurangan Framework Echo: hanya bisa digunakan satu developer, tidak bisa menerima banyak update pengembangan kode. 
  1. Gin

Gin adalah Framework Golang yang minimalis. Karena Gin biasanya digunakan untuk pengembangan single page application. Framework ini juga populer digunakan untuk pemula,  terutama yang ingin mengembangkan aplikasi website sederhana. 

Dari sisi kecepatan, Gin tak bisa diremehkan. Karena Gin hanya menyediakan libraries dan fungsi kode utama saja. Jadi, pengembangan dilakukan dengan memori yang kecil.

Meski minimalis, Gin tetap fleksibel digunakan. Karena, Anda bisa menambah fungsi dengan membuat middleware atau plugin baru. Caranya dengan memodifikasi sampel kode yang tersedia. 

  • Kelebihan Framework Gin: desain minimalis yang mempercepat kinerja.
  • Kekurangan Framework Gin: mudah overload karena kapasitas server terbatas.
  1. Beego

Beego merupakan framework yang biasa digunakan untuk pengembangan back end website, aplikasi website, dan REST API yang rumit. Oleh karena itu, Beego tidak disarankan untuk pemula.

Beego termasuk framework dengan kecepatan tinggi berkat adanya fitur Bee Tool. Fitur ini berfungsi untuk melakukan compile, testing, dan deployment kode secara otomatis. 

Beego juga dilengkapi fitur Object Relation Mapping (ORM). Dengan fitur ini, Anda bisa mengakses database tanpa melakukan pemanggilan query. Jadi, fitur ini bisa mempercepat pengembangan project aplikasi besar yang butuh banyak query.

Beego termasuk mudah dikustomisasi. Beego punya plugin yang cukup lengkap. Mulai dari plugin kontrol sesi, caching, logging, hingga pemeriksaan performa. Jadi, Beego memiliki dasar yang kuat untuk mengembangkan segala jenis aplikasi. 

  • Kelebihan Framework Beego: fitur yang lengkap mendukung kecepatan dan fleksibilitas framework.
  • Kekurangan Framework Beego: desain yang ringan membuat pengguna harus terus menerus memperbaharui halaman. Hal itu menyebabkan penumpukan cache yang memperlambat loading dalam jangka panjang.
Kesimpulan:

Framework Go akan membantu Anda mengembangkan back end, aplikasi website, dan API secara cepat dan terstruktur. Karena Anda tak perlu menulis kode dari nol, cukup menyusun komponen yang tersedia.


Bagikan Artikel Ini

Vodjo